Kapal dari China, Malaysia, dan Irak Masuk Daftar "Istimewa" yang Boleh Lintas Selat Hormuz
Iran Izinkan Kapal dari Negara "Istimewa" Lintas Selat Hormuz, Termasuk China, Malaysia, dan Irak
JEJAK SINDIKAT, 22 Maret 2026 – Iran telah mengimplementasikan kebijakan baru yang mengizinkan kapal dari sejumlah negara tertentu untuk melintasi Selat Hormuz melalui koridor khusus yang dikelola oleh pihak berwenangnya. Langkah ini diambil setelah jalur maritim global yang kritis ini mengalami gangguan pasca serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Negara-negara yang kapal-kapalnya mendapatkan status istimewa antara lain China, India, Pakistan, Malaysia, dan Irak. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan jalur pelayaran yang aman dan terjamin bagi kapal dari negara-negara tersebut.
Menurut data dari Lloyd's List, hingga saat ini setidaknya sembilan kapal telah berhasil melewati selat melalui perairan Iran di sekitar Pulau Larak – area yang menjadi titik pemantauan utama pihak berwenang Iran. Di antara kapal-kapal tersebut, terdapat kapal dari India dan Pakistan yang menunjukkan adanya pertumbuhan aktivitas navigasi di kawasan yang menjadi jalur lalu lintas energi terbesar dunia ini.
"Pergerakan kapal-kapal yang mendapatkan izin ini menunjukkan pola yang konsisten dan mudah dikenali," ujar Richard Meade, pemimpin redaksi Lloyd's List, dalam wawancara dengan Al Mayadeen pada hari Sabtu (21/3/2026).
Badan intelijen maritim Windward juga melaporkan bahwa sejumlah kapal telah meninggalkan Teluk Persia dengan berlayar sepanjang garis pantai Iran, bukan melalui jalur navigasi internasional standar yang biasa digunakan.
Dilaporkan bahwa perusahaan pelayaran telah menjalin komunikasi dengan pejabat Iran melalui saluran tidak langsung, termasuk melalui perantara dari komunitas diaspora Iran. Analisis dari Financial Times menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat selektif, di mana Iran hanya membuka akses bagi kapal-kapal yang telah ditetapkan sebagai "istimewa".
Perubahan ini menandakan pergeseran signifikan dalam cara pengelolaan lalu lintas maritim di salah satu titik paling sensitif dunia. Kapal-kapal yang mendapatkan izin mencakup kapal tanker minyak dan kapal pengangkut barang curah dari India, Pakistan, dan Yunani, serta armada kapal minyak milik Iran. Sebagian besar kapal(red)
Recent Articles
•
Robert Simangunsong, S.H., M.H. (Bendahara Umum DPN PERADI): Penanganan Kasus Penyerangan Andrie Yunus Wajib Mengungkap Seluruh Keterlibatan Hingga ke Pemberi Perintah
•
Tinjauan Yuridis Hak Konstitusional Advokat: Analisis Kasus dan Strategi Hukum Menurut Dr. (C) Firdaus Oiwobo, S.H., S.H.i., M.H.
•
Konsistensi dan Dedikasi: Oki Prasetiawan, SM.,SH.,MH. Hadiri Halalbihalal dan Seminar Nasional PETISI AHLI
•
DPRD Kabupaten Sukabumi Apresiasi Tiga Kecamatan Berprestasi dalam Evaluasi LKPJ Bupati 2025
•
Mosi Tidak Percaya di KONI Kabupaten Bogor: Rizwan Menilai Kepentingan Publik Dipertaruhkan
•
Nelayan Hilang di Perairan Cipunaga, Tim Gabungan Lakukan Pencarian Intensif
•
SASAR OPERASI PEKAT, PULUHAN BOTOL MIRAS DIAMANKAN DI GUNUNG JATI
•
JEMBATAN SILIWANGI AMBRUK DI TEGALBULEUD, LIMA WARGA TERJATUH KE SUNGAI
•
Kondisi Memprihatinkan Jalan Parungkuda–Pakuwon: "Jalan Butut Pulang Kampung" Menjadi Sorotan Publik
•
DITEMUKAN TANPA TANDA KEKERASAN, POLISI DUGA KORBAN MENINGGAL KARENA SAKIT
Popular Articles
•
Kapolres Garut Pimpin Langsung Sistem One Way, Arus Mudik Operasi Ketupat Lodaya 2026 Berjalan Lancar
•
OKI PRASETIAWAN, SM.,SH.,MH.: KONSTRUKSI CITIZEN LAWSUIT PERLU DIKAJI SECARA RIGOROS, BERISIKO KEKELIRUAN FORUM DAN OBJEK SENGKETA
•
KEPUTUSAN KPK ALIHKAN PENAHANAN YAQUT CHOLIL QOUMAS MENJADI TAHANAN RUMAH MENDAPAT SOROTAN
•
Musa Darwin Pane: KPK Boleh Berikan Tahanan Rumah, Tetapi Jangan Ada Diskriminasi
•
Arus Kendaraan di Sejumlah Jalur Utama Terpantau Padat Sejak Pagi