Iran Tegaskan Solidaritas Nasional Kuat di Tengah Konflik – Mojtaba Khamenei: Pihak Lawan Salah Menilai Kapabilitas Kita
JEJAK SINDIKAT, 22 Maret 2026 – Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa solidaritas dan kekuatan internal bangsanya berada pada tingkat yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan perkiraan pihak-pihak yang dianggap sebagai lawan negara. Dalam pesan resmi yang disampaikan pada hari Jumat dalam rangka memperingati peristiwa bersejarah nasional, ia menyampaikan bahwa pihak lawan telah melakukan penilaian yang tidak tepat terkait kapasitas dan ketahanan Iran.
Menurut Khamenei, dinamika konflik yang terjadi belakangan ini berawal dari kegagalan upaya pihak musuh untuk menciptakan keretakan dari dalam negeri. Ia menjelaskan bahwa serangkaian tindakan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh kunci di bidang politik dan militer Iran – yang dirancang untuk menimbulkan ketidakstabilan dan menggoyahkan sistem pemerintahan – ternyata telah gagal mencapai tujuannya.
"Rakyat Iran telah menyatukan diri dalam sebuah garis pertahanan nasional yang luas, yang bukan hanya memperkuat stabilitas negara tetapi juga mempertegas komitmen kita terhadap keutuhan bangsa," ucapnya dalam pernyataan yang dikutip dari Anadolu Agency pada hari Sabtu (21/3/2026).
Selain itu, Khamenei mengimbau seluruh institusi media dalam negeri untuk tetap fokus pada pemajuan semangat persatuan nasional, dan tidak memberikan ruang bagi paparan yang berpotensi menonjolkan kelemahan internal. Menurutnya, sejumlah operasi media yang berasal dari luar negeri memiliki tujuan tersembunyi untuk merusak ikatan kebersamaan antar warga negara Iran. Sebagai panduan bagi perkembangan bangsa tahun ini, ia menetapkan slogan pembangunan berupa "menuju ekonomi perlawanan yang kokoh di bawah payung persatuan dan keamanan nasional."
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan penolakan tegas terhadap tuduhan yang menghubungkan Iran dengan sejumlah serangan tertentu, sekaligus mengungkapkan bahwa terdapat upaya yang sedang berlangsung untuk merusak hubungan diplomatik dan kerja sama yang telah terjalin dengan negara-negara tetangga.
Ketegangan di kawasan mengalami peningkatan signifikan setelah terjadinya serangan gabungan pada tanggal 28 Februari, yang menewaskan sekitar 1.300 orang – termasuk pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Khamenei. Sebagai tanggapan terhadap serangan tersebut, Iran telah melakukan serangkaian tindakan balas menggunakan sistem drone dan rudal terhadap berbagai target strategis di kawasan, yang menyebabkan terjadinya korban jiwa, kerusakan pada infrastruktur penting, serta berdampak pada dinamika perdagangan global dan aktivitas penerbangan internasional.
Related Articles