GUGUR DALAM PENUGASAN, DUA PRAJURIT MARINIR DIMAKAMKAN SECARA MILITER

Terkini 24 Mar 2026 15:06 2 min read 4 views By Media Jejak Sindikat

Share berita ini

GUGUR DALAM PENUGASAN, DUA PRAJURIT MARINIR DIMAKAMKAN SECARA MILITER
Prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Terima Penghormatan Tertinggi untuk Pengabdiannya kepada Bangsa

JEJAK SINDIKAT JAKARTA – Dua prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang gugur dalam menjalankan tugas, Almarhum Pratu Marinir (Anumerta) Andi Suvio dan Almarhum Pratu Marinir (Anumerta) Elki Saputra, dimakamkan dengan upacara pemakaman militer yang khidmat pada hari Selasa (24/03/2026). Keduanya merupakan personel Satgas Patroli Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Mobile Papua, yang telah memberikan pengabdian penuh bagi keutuhan negara.

 

Upacara pemakaman militer untuk Almarhum Pratu Marinir (Anumerta) Andi Suvio dilaksanakan di Taman Makam Umum (TPU) Karangasam Bojongjati, Pangandaran. Kegiatan dipimpin langsung oleh Letkol Marinir Muhammad Kristian Widiantoro, M.Tr.Opsla, dengan rangkaian acara yang dimulai dari persemayaman di kediaman keluarga duka sebelum jenazah diberangkatkan ke lokasi pemakaman. Prosesi dihadiri oleh keluarga almarhum, prajurit TNI dari berbagai kesatuan, serta unsur pemerintah daerah yang turut menyampaikan belasungkawa.

 

Sementara itu, upacara untuk Almarhum Pratu Marinir (Anumerta) Elki Saputra berlangsung di Jorong Batang Lapu, Sumatera Barat, dipimpin oleh Letkol Marinir Afrison Taufik dan diikuti oleh pasukan gabungan Komando Daerah Militer Laut (Kodaeral) II. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sambutan keluarga di rumah duka, pelaksanaan sholat jenazah di Masjid Al Ikhlas, serta upacara penyerahan jenazah kepada negara sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan dharma bakti yang telah diberikan. Setelah itu, jenazah diberangkatkan ke TPU setempat untuk prosesi pemakaman militer.

 

Dalam kedua upacara pemakaman, dilaksanakan serangkaian rangkaian penghormatan militer yang meliputi pembacaan riwayat hidup almarhum, apel persada, penghormatan terakhir, serta tembakan salvo sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi prajurit yang gugur dalam tugas. Prosesi dilanjutkan dengan penurunan jenazah ke liang lahat, penimbunan tanah secara simbolis, penaburan bunga, dan peletakan karangan bunga dari berbagai pihak.

 

Sebagai wujud penghormatan negara kepada para prajurit yang telah berkorban, Bendera Merah Putih diserahkan secara simbolis kepada keluarga masing-masing almarhum, mengiringi rasa duka yang mendalam atas kehilangan. Atas jasa dan pengorbanan yang diberikan kepada bangsa dan negara, kedua prajurit tersebut dianugerahi kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Pratu Marinir (Anumerta). Seluruh rangkaian kegiatan di kedua lokasi berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh rasa hormat.

 

Pengabdian yang diberikan oleh kedua almarhum bukan sekadar catatan tugas dalam dinas militer, melainkan telah menjelma menjadi teladan yang menginspirasi tentang arti loyalitas dan pengorbanan bagi tanah air.(red)

Media Sindikat News
Chat with us on WhatsApp